Bohida’s Weblog

Payung, Oh Payung

Februari 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

OLEH : AMINAH ALAYDRUS

“waaa….aku telat bangun!!, sudah pukul 06.30 ayo cepat mandi, sarapan, dan wuuuuddzz berangkat dech” teriak Anggun dari balik selimutnya. Anggun telat bangun pagi, jadi secepat titipan kilat Anggun menyiapkan keperluan sekolah. Tabrak sana, tabrak sini Anggun kelabakan bak ayam betina mo bertelur sehingga setelah sarapan timbul masalah baru…

”Huaa….Maaammiiiii!! Payungku gak ada. Payungku hilang!”

mendengar teriakan anak semata wayangnya,mami langsung tutup telinga tidak sanggup mendengar teriakan infrasonik itu.

”Pokoknya aku tidak mau berangkat sekolah” kata Anggun sambil merengek

”Hanya karena payung terus kamu gak berangkat?.Tidak, kamu harus berangkat sekolah. Mami menolak mentah-mentah permintaanmu” tegas mami dengan nada seriosanya.

”Lantas aku pakai payung apa, hujan khan sedang turun” Anggun menunjuk jendela.

”Kamu kan bisa pakai payung yang ungu” kata mami

”Gak mau, payung yang ungu kayak punya embok-embok. Pokoknya ga mau!!!” Anggtun memalingkan wajah manis yang kini cemberut (yah, hilang manisnya dunk).

”Sayang, ayolah sekali ini saja” kata mami sambil mengelus rambut panjangnya.

Akhirnya hati Anggun luluh, apalagi jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.45

”Kalau tidak cepat-cepat aku bisa terlambat” pekik Anggun. Anggun pun pergi ke sekolah tanpa pamit pada maminya.

Anggun sudah sampai di sekolah. Perkiraannya meleset, tidak ada yang mengejeknyasaat menggunakan payung tersebut.

”Aku harus minta maaf sama mami”kata Anggun dalam hati.

Sesampainya di rumah Anggun langsung minta maaf kepada maminya. Anggun berharap pengalaman ini tidak terulang kembali, dan seperti biasanya buku diary dijadikannya tempat yang tepat untuk melampiaskan perasaannya. Teman yang tepat karena bisa menjaga rahasia, itupun kalau disimpan di tempat yang hanya kita tahu. Oleh karena itu Anggun menyimpan rapat buku diarynya di laci meja belajarnya. Pelan tetapi penuh semangat Anggun melangkah menuju meja belajar yang berada di sudut kamar tidurnya. Sebuah meja yang terbuat dari kayu jati kuno dengan sebuah laci di sudut kanan meja. Tangan Anggun mulai menggapai pegangan laci dilanjutkan acara berikutnya yakni menarik keluar dan…

”Payungkuuu!!” teriak Anggun kaget karena telah menemukan payungnya tersimpan rapi bersama buku diary-nya di laci itu.

Kategori: CERPEN

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar