Seperti biasa, Asy-Syaikh Sudais, Imam masjid al haram tampil pada siaran langsung acara televisi setempat, memberikan uraian singkat tentang salah satu permasalahan yang ketika itu diangkat sebagai topik pembicaraan. Setelah itu beliau pun mulai melayani berbagai pertanyaan yang diajukan pemirsa di rumah satu per satu.
Hingga akhirnya giliran seorang penelefon wanita mengajukan pertanyaan Asy-Syaikh. Penelefon tersebut menanyakan kepada Asy-Syaikh Sudais tentang makna dibalik mimpi yang pernah ia alami beberapa waktu yang lalu. Didalam mimpi tersebut ia melihat seorang tawaf di sekitar ka’bah tanpa mengenakan pakaian. Sosoknya sudah lama ia kenal, bahkan tidak berlebihan rasanya kalau dikatakan bahwa hampir semua orang mengenalnya. Apakah kiranya dibalik mimpi itu?
Asy-Syaikh pun menjawab:
“Saudariku, mimpi ini merupakan satu kabar gembira bagi orang yang telah anda lihat kali itu. Insya allah orang itu telah bersih dari semua dosa-dosanya selama ini, dan Allah pun telah meridhai dirinya.”
Setelah mendengar penafsiran beliau, wanita itu pun kembali mengajukan stu pertanyaan. Namun kali ini ia tidak mengharapkan jawaban apapun darinya.
“Asy-Syaikh, bagaimana pendapat anda apabila saya katakan bahwa orang yang saya lihat di dalam mimpi kali ini anda?”
Mendapat pertanyaan kali ini, Asy-Syaikh pun langsung tertegun diam, suasana berubah hening. Perlahan matanya mulai tampak berkaca-kaca. Beliau pun menangis bersama rasa haru dan syukur.
